Konsep Sehat
Berdasarkan :
1. Dimensi Emosional
Bagaimana reaksi emosinya, menangis, sedih, bahagia, kacau, over-sensitive, histeris, depresi, optimis. kesehatan emosi mencangkup kemampuan untuk bertanggung jawab menerima, dan menyampaikan perasaan nya serta dapat menerima keterbatasan orang lain.
2. Dimensi Intelektual
Bagaimana seseorang berfikir, wawasannya, pemahamannya, alasannya, logika dan pertimbangnnya. Kesehatan intelektual meliputi usaha untuk secara terus-menerus tumbuh dan belajar untuk beradaptasi secara efektif dengan perubahan baru.
3. Dimensi Sosial
Tingkah laku manusia dalam kelompok sosial, keluarga, pernihakan, dan sesama lainnya, penerimaan norma sosial dan pengendalian tingkah laku. Jalan yang akan kita ambil dan kedisiplinan.
4. Dimensi Fisik
Secara umum, manusia dalam dimensi ini mampu mempraktikan gaya hidup yang positif. Kemampuan fisik adalah kemampuan menyelesaikan tugasn nya sehari hari, pencapaian kebugaran (seperti kardiovaskular, paru, dan gastrointestinal), menjaga nutrisi tetap adekut, dan ketepatan proporsi tubuh dari timbunan lemak, bebas dari penggunaan obat-obatan, alkohol, dan rokok.
5. Dimensi Mental
Aspek psikis manusia pada dasarnya merupakan suatu kesatuan dengan system biologis.Karena itulah aspek psikis tidak dapat dipisahkan dari aspek yang lain dalam melihat manusia.
6.DimensiSpiritual
Percaya adanya beberapa kekuatan (seperti alam, ilmu pengetahuan, agama, dan bentuk kekuatan lain) yang diperlukan manusia dalam mengisi kehidupannya. Setiap individu memiliki nilai moral, dan etika yang dianutnya. Setiap komponen dalam dimensi diatas dapat mengalami tumpang tindih karena faktor dalam kompinen satu secara langsung mempengaruhi faktor lain.
Percaya adanya beberapa kekuatan (seperti alam, ilmu pengetahuan, agama, dan bentuk kekuatan lain) yang diperlukan manusia dalam mengisi kehidupannya. Setiap individu memiliki nilai moral, dan etika yang dianutnya. Setiap komponen dalam dimensi diatas dapat mengalami tumpang tindih karena faktor dalam kompinen satu secara langsung mempengaruhi faktor lain.
Sejarah Perkembangan Kesehatan Mental :
Zaman Prasejarah
Manusia purba sering
mengalami gangguan mental atau fisik, seperti infeksi, artritis, dll.
Zaman peradaban awal
1. Phytagoras (orang yang
pertama memberi penjelasan alamiah terhadap penyakit mental)
2. Hypocrates (Ia
berpendapat penyakit / gangguan otak adalah penyebab penyakit mental)
3. Plato (gangguan mental
sebagian gangguan moral, gangguan fisik dan sebagiaan lagi dari dewa dewa)
Zaman Renaissesus
Pada zaman ini di beberapa
negara Eropa, para tokoh keagamaan, ilmu kedokteran dan filsafat mulai
menyangkal anggapan bahwa pasien sakit mental tenggelam dalam dunia tahayul.
Era Pra Ilmiah
1. Kepercayaan Animisme
Sejak zaman dulu gangguan
mental telah muncul dalam konsep primitif, yaitu kepercayaan terhadap faham
animisme bahwa dunia ini diawasi atau dikuasai oleh roh-roh atau dewa-dewa.
Orang Yunani kuno percaya bahwa orang mengalami gangguan mental, karena dewa
marah kepadanya dan membawa pergi jiwanya. Untuk menghindari kemarahannya, maka
mereka mengadakan perjamuan pesta (sesaji) dengan mantra dan kurban.
2. Kepercayaan Naturalisme
Suatu aliran yang
berpendapat bahwa gangguan mental dan fisik itu akibat dari alam. Hipocrates
(460-367) menolak pengaruh roh, dewa, setan atau hantu sebagai penyebab sakit.
Dia mengatakan, Jika anda memotong batok kepala, maka anda akan menemukan otak
yang basah, dan mencium bau amis. Tapi anda tidak akan melihat roh, dewa, atau
hantu yang melukai badan anda.
Seorang dokter Perancis,
Philipe Pinel (1745-1826) menggunakan filsafat polotik dan sosial yang baru
untuk memecahkan problem penyakit mental. Dia terpilih menjadi kepala Rumah
Sakit Bicetre di Paris. Di rumah sakit ini, pasiennya dirantai, diikat ketembok
dan tempat tidur. Para pasien yang telah di rantai selama 20 tahun atau lebih,
dan mereka dianggap sangat berbahaya dibawa jalan-jalan di sekitar rumah sakit.
Akhirnya, diantara mereka banyak yang berhasil, mereka tidak lagi menunjukkan
kecenderungan untuk melukai atau merusak dirinya.
Era Modern
Perubahan luar biasa dalam
sikap dan cara pengobatan gangguan mental terjadi pada saat berkembangnya
psikologi abnormal dan psikiatri di Amerika pada tahun 1783. Ketika itu
Benyamin Rush (1745-1813) menjadi anggota staf medis di rumah sakit
Pensylvania. Di rumah sakit ini ada 24 pasien yang dianggap sebagai lunatics
(orang gila atau sakit ingatan). Pada waktu itu sedikit sekali pengetahuan
tentang penyebab dan cara menyembuhkan penyakit tersebut. Akibatnya
pasien-pasien dikurung dalam ruang tertutup, dan mereka sekali-kali diguyur
dengan air.
Rush melakukan suatu usaha
yang sangat berguna untuk memahami orang-orang yang menderita gangguan mental
tersebut melalui penulisan artikel-artikel. Secara berkesinambungan, Rush
mengadakan pengobatan kepada pasien dengan memberikan dorongan (motivasi) untuk
mau bekerja, rekreasi, dan mencari kesenangan.
Pada tahun 1909, gerakan
mental Hygiene secara formal mulai muncul. Perkembangan gerakan mental hygiene
ini tidak lepas dari jasa Clifford Whitting Beers (1876-1943) bahkan karena
jasanya itu ia dinobatkan sebagai The Founder of the MentalHygiene
Movement.
Dia terkenal
karena pengalamannya yang luas dalam bidang pencegahan dan pengobatan gangguan
mental dengan cara yang sangat manusiawi.
Secara hukum, gerakan
mental hygiene ini mendapat pengakuan pada tanggal 3 Juli 1946, yaitu ketika
presiden Amerika Serikat menandatangani The National Mental Health Act., yang
berisi program jangka panjang yang diarahkan untuk meningkatkan kesehatan
mental seluruh warga masyarakat.
Beberapa tujuan yang
terkandung dalam dokumen tersebut meliputi :
1) Meningkatkan kesehatan
mental seluruh warga masyarakat Amerika Serikat, melalui penelitian,
investigasi, eksperimen, penayangan kasus-kasus, diagnosis, dan pengobatan.
2) Membantu
lembaga-lembaga pemerintah dan swasta yang melakukan kegiatan penelitian dan
meningkatkan koordinasi antara para peneliti dalam melakukan kegiatan dan
mengaplikasikan hasil-hasil penelitiannya.
3) Memberikan latihan
terhadap para personel tentang kesehatan mental.
4) Mengembangkan dan
membantu negara dalam menerapkan berbagai metode pencegahan, diagnosis, dan
pengobatan terhadap para pengidap gangguan mental.
Pada tahun 1950,
organisasi mental hygiene terus bertambah, yaitu dengan berdirinya National
Association for Mental Health. Gerakan mental hygiene ini terus berkembang
sehingga pada tahun 1975 di Amerika terdapat lebih dari seribu perkumpulan
kesehatan mental. Di belahan dunia lainnya, gerakan ini dikembangkan melalui
The World Federation forMental Health dan The World Health Organization.
PENDEKATAN KESEHATAN
MENTAL
1.
Orientasi Klasik
Latar belakang Kesehatan
mental Pada masa awal Kesadaran tentang perlunya perlakuan yang lebih manusiawi
terhadap penyandang gangguan mental. Pengertian
Klasik mengandung arti sempit, karena kajian ilmu kesehatan mental lebih
diperuntukkan bagi orang yang mengalami gangguan & penyakit jiwa. Intervensi
biologis medis terapeutik & kuratif, Penyembuhan konflik2, trauma masa
lalu.
2.
Orientasi Penyesuaian Diri
Mengacu pada kemampuan
individu untuk menyesuaikan diri dengan
tuntutan diri sendiri & norma social. Normal mampu menyesuaikan diri, terhindar
dari konflik belajar respon yg adaptif.
3.
Pengembangan Potensi
Setiap orang memiliki
kekuatan positif & korektif, Pelepasan sumber-sumber yg tersembunyi dari
bakat, kreativitas, Energi dan dorongan (Schultz, 1991). Fokus ke arah apa
individu akan menjadi aktualisasi potensi diri Lebih dari sekedar normal.
Teori Kepribadian Sehat Menurut :
1.
Aliran Psikoanalisis
Psikoanalisis
adalah ilmu yang dikembangkan oleh Sigmund Freud
dan para pengikutnya, sebagai studi fungsi dan perilaku psikologis
manusia. Sigmund Freud sendiri dilahirkan di Moravia
pada tanggal 6 Mei 1856 dan meninggal di London pada tanggal 23 September 1939. Pada mulanya istilah psikoanalisis
hanya dipergunakan dalam hubungan dengan Freud saja, sehingga " psikoanalisis
" dan " psikoanalisis " Freud sama artinya.
Psikoanalisis
memiliki tiga penerapan :
3.
suatu metoda perlakuan terhadap penyakit psikologis atau emosional.
Dalam cakupan
yang luas dari psikoanalisis ada setidaknya 20 orientasi teoretis yang
mendasari teori tentang pemahaman aktivitas mental manusia dan perkembangan
manusia. Berbagai pendekatan dalam perlakuan yang disebut " psikoanalitis
" berbeda-beda sebagaimana berbagai teori yang juga beragam. Psikoanalisis
Freudian, baik teori maupun terapi berdasarkan ide - ide Freud telah menjadi
basis bagi terapi - terapi moderen dan menjadi salah satu aliran terbesar dalam
psikologi. Istilah psikoanalisis juga merujuk pada metoda penelitian terhadap perkembangan
anak.
2.
Aliran Behavioristik
Behaviorisme
sebuah aliran dalam psikologi yang didirikan oleh John B. Watson Pada tahun 1913. Behaviorisme
merupakan aliran revolusioner, kuat dan berpengaruh, serta memiliki akar
sejarah yang cukup dalam. Behaviorisme lahir sebagai reaksi terhadap
introspeksionisme ( yang menganalisis jiwa manusia berdasarkan laporan - laporan
subjektif ) dan juga psikoanalisis ( yang berbicara tentang alam bawah sadar
yang tidak tampak ). Behaviorisme tidak
setuju dengan penguraian jiwa ke dalam elemen seperti yang dipercayai oleh
strukturalisme. Berarti juga behaviorisme sudah melangkah lebih jauh dari
fungsionalisme yang masih mengakui adanya jiwa dan masih memfokuskan diri pada
proses - proses mental.
Behaviorisme
ingin menganalisis bahwa perilaku yang tampak saja yang dapat diukur,
dilukiskan, dan diramalkan. Behaviorisme memandang pula bahwa ketika
dilahirkan, pada dasarnya manusia tidak membawa bakat apa - apa. Manusia akan
berkembang berdasarkan stimulus yang diterimanya dari lingkungan sekitarnya.
Lingkungan yang buruk akan menghasilkan manusia buruk, lingkungan yang baik
akan menghasilkan manusia baik. Kaum behavioris memusatkan dirinya pada
pendekatan ilmiah yang sungguh-sungguh objektif. Kaum behavioris mencoret dari
kamus ilmiah mereka, semua peristilahan yang bersifat subjektif, seperti
sensasi, persepsi, hasrat, tujuan, bahkan termasuk berpikir dan emosi, sejauh
kedua pengertian tersebut dirumuskan secara subjektif.
3. Aliran Humanistik
Teori humanistik
ini teori yang paling
abstrak, yamg paling mendekati dunia filsafat dari pada dunia
pendidikan. Meskipun teori ini sangat menekankan pentingnya “ isi ” dari proses
belajar, dalam kenyataan teori ini lebih banyak berbicara tentang pendidikan
dan proses dalam bentuknya paling yang paling ideal. Dengan kata lain,
teori ini lebih tertarik pada ide belajar dalam bentuknya yang paling ideal
dari pada
belajar seperti apa adanya, seperti apa yang biasa kita amati dalam dunia
keseharian. teori ini
sangat
bersifat elektrik. Teori apapun dapat
dimanfaatkan asal tujuan untuk “
memanusiakan
manusia ” ( mencapai
aktualisasi diri dan sebagaimana itu
) dapat
tercapai.
Dalam praktik , teori diusulkan oleh
Ausul (1968) yang di sebut “
belajar
bermakna ” atau Meaningful
Learning. ( Sebagai
catatan, teori Ausubel ini juga dimasukkan ke dala aliran kognitif ).
4. Pendapat Allport
Allport pada dasarnya mempunyai pandangan yang optimistik
dan penuh harapan mengenai kemanusiaan.ia menolak pandangan psikoanalisis dan behaviorisme
mengenai kemanusiaan karena di anggap terlalu dereministik dan mekanistik. ia
yakin bahwa takdir dan karakter kita tidak di tentukan oleh motif tidak sadar
yang berasal dari awal masa kanak - kanak, namun oleh pilihan yang disadari, yang
kita buat di masa sekarang.kita bukanlah sesuatu yang bersifat otomatis, yang
bereaksi secara sembarangan terhadap dorongan - dorongan dari sistem
penghargaan dan hukuman. kita mampu berinteraksi dengan lingkungan dan
membuatnya menjadi reaktif terhadap kita. kita tidak hanya mencari cara untuk
menurunkan tekanan, tetapi juga untuk mempertahakan tekanan - tekanan baru, kita
menginginkan perubahan dan tantangan serta bersifat aktif, bertujuan dan
fleksibel.
Allport (1961) mengadopsi pendekatan kebebasan - terbatas.
ia sering mengkritik pandangan - pandangan adanya kebebasan absolute, namun ia
juga menentang pandangan psikoanalisis dan behaviorisme yang di anggapnya
menyangkal kebebasan memilih.posisi allport kira - kira di pertengahan kedua
pandangan tersebut. walupun kebebasan memilih ada, beberapa orang lebih mampu
membuat keputusan dari orang lain. orang yang sehat mempunyai lebih banyak
kebebasan daripada anak kecil maupun orang dewasa yang sangat terganggu mentalnya.
seseorang yang berintelegensi tinggi dan reflektif mempunyai kapasitas untuk
bebas memilih dari pada yang beritelegensi rendah dan tidak reflektif. Walapun
kebebasan di batasi oleh allport menyatakan bahwa hal tersebut masih dapat di
perluas. semakin banyak wawasan mengenai diri sendiri berkembang dalam diri
seseorang, kebebasan untuk memilih dari orang tersebut akan lebih besar.semakin
objektif seseorang, yaitu semakin banyak penutup mata ( blindfolds ) yang
berasal dari perhatian diri dan egoisme yang di hilangkan derajat kebebasannya
juga akan semakin besar.
Terakhir, menurut allport kebebasan kita dapat di perluas
oleh cara kita memilih apabila kita dengan keras kepala mengikuti suatu
rangkaian tindakan yang tidak asing hanya karena terasa lebih nyaman, maka
kebebasan kita tetap terbatas. sebaliknya apabila kita mengadaptasi cara kita
menyelesaikan masalah dengan pikiran terbuka, maka kita memperluas perspektif
kita dan meningkatkan jumlah pilihan alternatif kita.
Teori Kepribadian yang sehat menurut allport :
pandangan allport mengenai kemanusiaan cenderung lebih
teologi dari pada masa kausalitas. kepribadian, sampai pada taraf tertentu, di
pengaruhi oleh pengalaman masa lalu, tetapi perilaku yang membuat kita “ manusia
” adalah yang di motivasi oleh ekspetasi kita mengenai masa depan.dengan
perkataan lain, kita adalah pribadi yang sehat sampai pada taraf ketika kita
membuat dan mencari tujuan serta aspirasi untuk masa depan. setiap orang
berbeda dari yang lain bukan karena mempunyai dorongan dasar yang berbeda, tetapi
karena mempunyai tujuan dan intensi yang di bangun sendiri. Pertumbuhan
kepribadian selalu terjadi di dalam suatu lingkungan sosial,tetapi allport
hanya menempatkan penempatan yang tidak terlalu besar pada faktor sosial. ia
menyadari pentingnya pengaruh lingkungan dalam membantu pembentukan
kepribadian, tetapi ia menekankan bahwa kepribadian mempunyai kehidupan
sendiri. budaya atau kultur dapat mempengaruhi bahasa, moral, nilai, gaya kita,
dan lain-lain. tetapi cara kita bereaksi terhadap dorongan - dorongan kultural
bergantung kepada kepribadian kita yang unik dan motivasi dasar kita.
5. Pendapat Rogers
Memahami dan
menjelaskan teori kepribadian sehat menurut Rogers yang meliputi :
- Perkembangan
kepribadian “ self ”
- Peranan
positive regard dalam pembentukan kepribadian individu
- Ciri - ciri
orang yang berfungsi sepenuhya
Perkembangan
kepribadian “self”
Inti dari teori
- teori Rogers yaitu individu memiliki kemampuan dalam diri sendiri untuk
mengerti diri, menentukan hidup, dan menangani masalah - masalah psikisnya. Rogers
menerima istilah self dari pengalaman - pengalaman realita masing - masing
individu. Dalam setiap bertambahnya umur , anak bisa berubah sifat dan
perilaku. Dan seorang ibu bisa memperhatikan perkembangan anak, dari waktu ke waktu
dan seorang ibulah yang memelihara dan mendidiknya dan tidak di serahkan kepada
baby sister.
Peranan
positive regard dalam pembentukan
kepribadian individu
Setiap manusia
memiliki kebutuhan basic akan
kehangatan, penghargaan, penerimaan, pengagungan, cinta, kasih, dan sayang dari
orang lain. Kebutuhan ini disebut need for positive regard, Pribadi yang berfungsi sepenuhnya
adalah pribadi yang mengalami pengharagaan positif tak bersyarat. Mengapa?
Karena ini penting, dihargai, diterima, disayangi, dicintai sebagai seseorang
yang berarti tentu akan menerima dengan penuh kepercayaan.
Ciri-ciri orang
yang berfungsi sepenuhnya menurut pendapat Rogers
Pertama, orang
yang sehat secara psikologis akan lebih mudah beradaptasi
Karena orang
psikologis bisa melihat dan menilai sifat - sifat seseorang maka dari itu dia
mudah beradaptasi.
Kedua, manusia
- manusia masa depan akan lebih terbuka atas pengalaman-pengalaman mereka,
manusia masa depan akan lebih mendengar dirinya dan memperhatikan perasaan
bahagia, marah, kecewa, ketakutan, dan kelembutan mereka.
Ketiga, dari
manusia masa depan adalah kecenderungan untuk hidup sepenuhnya pada masa
sekarang. Merujuk kecenderungan untuk hidup pada masa sekarang sebagai
kehidupan eksistensial. Manusia masa depan tidak mempunyai kebutuhan untuk
menipu diri mereka sendiri ataupun alasan untuk mencoba membuat orang lain
kagum.
Keempat,
manusia masa depan akan tetap percaya terhadap kemampuan diri mereka untuk
merasakan hubungan yang hamonis dengan orang lain.
Kelima, manusia
masa depan akan lebih terintegrasi, lebih utuh, tanpa batasan - batasan buatan
antara proses kognitif yang dilakukan secara sadar ataupun yang tidak.
Keenam, manusia
masa depan mempunyai kepercayaan pada kemanusiaan. Mereka tidak akan menyakiti
orang lain hanya untuk kepentingan pribadi, peduli pada orang lain dan akan siap
membantu apabila diperlukan, akan mengalami kemarahan, tetapi dapat dipercaya
bahwa mereka tidak akan menyerang secara tidak asuk akal melawan orang lain. serta
akan merasa agresi, tetapi akan mengalihkannya kearah yang sepatutnya.
Terakhir,
karena manusia masa depan terbuka dengan semua pengalaman, mereka akan lebih
menikmati kekayaan hidup dari pada orang lain. Mereka tidak mendistori stimulus
internal ataupun menahan emosi mereka .
Rogers
meberikan lima sifat orang yang berfungsi sepenuhnya :
a. Keterbukaan
pada pengalaman
b. Kehidupan eksistensial
c.
Kepercayaan terhadap organism
sendiri
d. Perasaan bebas
e.
Kreatifitas
6. Pendapat Maslow
Teori
Kepribadian Sehat menurut Abraham Maslow. Pandangan dari Abraham Maslow yang
optimistis dan humanistik tentang kodrat manusia ialah mempelajari berapa
banyak potensi yang kita miliki untuk perkembangan dan pengungkapan manusia
secara utuh. Dalam pandangan humanistik ini, sebenarnya manusia memiliki
potensi lebih banyak dari pada apa yang mereka capai.
- Hierarki Kebutuhan Manusia
Menurut Maslow,
semua manusia memiliki perjuangan atau kecenderungan yang dibawa sejak lahir
untuk mengaktualisasikan diri. Kita didorong oleh kebutuhan - kebutuhan
universal dan yang dibawa sejak lahir, yang tersusun dalam suatu tingkat, dari
yang paling kuat sampai kepada yang paling lemah. Dengan cara yang sama juga,
kebutuhan yang paling rendah dan paling kuat harus dipuaskan sebelum muncul
kebutuhan tingkat kedua dan seterusnya naik tingkat sampai muncul kebutuhan yang
paling tinggi yakni aktualisasi diri.
- Kepribadian yang Sehat Menurut Maslow
Ada beberapa
pendapat Maslow mengenai individu yang sehat itu seperti apa. Maslow menulis
tentang manusia yang sehat secara psikiatris " Pertama dan yang paling
penting adalah keyakinan yang kuat bahwa manusia memiliki kodratnya sendiri
yang hakiki. Kedua, terkandung suatu konsepsi bahwa perkembangan yang benar - benar
sehat, normal dan yang dicita - citakan terjadi dalam bentuk mengaktualisasikan
kodrat ini, memenuhi potensi - potensi ini ".
Individu yang sehat
adalah individu yang berhasil mengembangkan cintanya, bukan lagi diarahkan ke
dalam diri sendiri, tetapi bisa diperluas pada orang - orang lain. Individu
yang sehat melihat pertumbuhan dan perkembangan orang lain menjadi sama
pentingnya pertumbuhan dan perkembangan diri sendiri. Maslow menempatkan rasa
tanggung jawab pada orang lain melalui hierarki kebutuhannya, terutama pada
kebutuhan untuk mencintai dan dicintai serta kebutuhan untuk mendapatkan
penghargaan. Maslow juga menyatakan bahwa pertumbuhan psikologis akan
menghasilkan kesehatan psikologis, sedangkan orang yang gagal bertumbuh dengan
sendirinya akan mengalami gejala patologi baik mental maupun fisik.
7. Pendapat Eric From
Erich Fromm yang pernah menuliskan “ kita adalah
orang - orang yang
harus menjadi sesuai dengan keperluan
- keperluan masyarakat dimana kita hidup ”. Karena
kekuatan - kekuatan sosial
dan kultur begitu penting, fromm percaya bahwa perlu menganalisis struktur
masyarakat. Jadi kodrat masyarakat adalah kunci untuk memahami dan mengubah
kepribadian manusia. Apakah suatu kepribadian itu sehat atau tidak sehat
tergantung pada kebudayaan yang membantu atau mengambat pertumbuhan dan
perkembangan manusia yang positif.
Fromm memberikan suatu gambaran yang jelas tentang
kepribadian yang sehat. Orang yang demikian mencintai sepenuhnya, kreatif,
memiliki kemampuan - kemampuan
pikiran yang sangat berkembang, mengamati dunia dan diri secara objektif,
memiliki suatu perasaan identitas yang kuat, berhubungan dengan dan berakar
didunia, subjek atau pelaku dari diri dan nasib, dan bebas dari ikatan - ikatan sumbang. Akan tetapi ada
salah satu pengertian dimana kepribadian sehat dan produktif benar-benar
menghasilkan sesuatu dan merupakan hasil yang sangat penting dari individu,
yakni diri. Orang-orang sehat menciptakan diri mereka dengan melahirkan semua
potensi mereka, dengan menjadi semua menurut kesanggupan mereka dan memenuhi
semua kapasitas mereka.
Kepribadian yang sehat menurut
Fromm :
Fromm memberikan suatu gambaran jelas tentang kepribadian
yang sehat. Orang yang demikian mencintai seutuhnya, kreatif, memiliki kemampuan - kemampuan
pikiran yang sangat berkembang, mengamati dunia dan diri secara obejektif,
memiliki suatu perasaan identitas yang kuat, berhubungan dengan dan berakar di
dunia, subjek atau pelaku dari diri dan takdir, dan bebas dari ikatan - ikatan sumbang.
Fromm menyebutkan kepribadian yang sehat “ orientasi produktif
“ , yakni suatu konsep yang serupa dengan kepribadian yang matang dari
Allport, dan orang yang mengaktualisasikan diri dari Maslow. Konsep itu
menggambarkan penggunaan yang sangat penuh atau realisasi dari potensi manusia.
Dengan menggunakan kata “
orientasi ” , Fromm
menunjukan kata itu merupakan suatu sikap umum atau segi pandangan yang meliputi
semua segi kehidupan, respons
- respons intelektual, emosional, dan sensoris terhadap orang - orang, benda - benda, dan
peristiwa - peristiwa di
dunia dan juga terhadap diri sendiri.
Empat segi tambahan dalam kepribadian yang sehat dapat
membantu menjelaskan apa yang dimaksudkan Fromm dengan orientasi produktif.
Keempat segi tambahan itu adalah cinta yang produktif, pikiran yang produktif,
kebahagian dan suara hati.
Cinta yang produktif adalah suatu
hubungan manusia yang bebas dan sederajat dimana rekan-rekan dapat
mempertahankan individualitas mereka. Tercapainya cinta yang produktif
merupakan salah satu dalam prestasi
- prestasi kehidupan yang lebih sulit. Kita tidak “ jatuh ” dalam cinta kita harus
berusaha sekuat tenaga karena cinta yang produktif menyangkut empat sifat yang
menantang perhatian,
tanggung jawab, respek, dan pengetahuan.
Pikiran yang produktif meliputi
kecerdasan, pertimbangan, dan objektivitas. Pemikir yang produktif didorong
oleh perhatian yang kuat terhadap objek pikiran. Pemikir yang produktif
dipengaruhi olehnya dan memperhatikannya.
Kebahagian adalah suatu bagian integral dan hasil
kehidupan yang berkenaan dengan orientasi produktif; kebahagian itu menyertai
seluruh kegiatan produktif. Fromm menuliskan bahwa suatu perasaan kebahagian
merupakan bukti bagaimana berhasilnya seseorang “ dalam seni
kehidupan ”. Kebahagian
merupakan prestasi kehidupan yang paling luhur.
Suara hati memiliki dua tipe, yakni suara hati
otoriter dan suara hati humanisti. Suara hati otoriter adalah penguasa yang
berasal dari luar yang di internalisasikan, yang memimpin tingkah laku orang
itu. Sedangkan suara hati humanistis ialah suara dari dalam diri dan bukan juga
dari suatu perantara dari luar diri. Pendoman kepribadian sehat untuk tingkah
laku bersifat internak dan individual. Orang bertingkah laku sesuai dengan apa
yang cocok untuk berfungsi sepenuhnya dan menyikapi seluruh kepribadian,
tingkah laku-tingkah laku yang menghasilkan seluruh persetujuan dan kebahagian
dari dalam. Kesehatan jiwa dalam pandangan Fromm di tetapkan oleh masyarakat,
karena kodrat struktur sosial membantu atau menghalangi kesehatan psikologis.
Apabila masyarakat-masyarakat yang sakit, maka satu-satunya cara untuk mencapai
orientasi produktif ialah dengan hidup dalam suatu masyarakat yang waras dan
sehat, yaitu masyarakat yang memajukan produktivitas.
Sumber :
Jess,
J. And Gregory,J.F.teori kepribadian. Jakarta: salemba humanika, 2009.
hall.S.C,lindzey.G(1993).psikologi
kepribadian 2. Yogyakarta: kanisius.
http://tutorial-blogs.blogspot.com/2011/04/inilah-7-dimensi-psikologis-manusia.html
http://books.google.co.id/books?id=sDKnWExH6tQC&pg=PA6&lpg=PA6&dq=Dimensi+fisik&source=bl&ots=t8MTreNvsl&sig=Lyn-EfwTf_NH30OQCmcFwCLnR2M&hl=id&sa=X&ei=CuxOUYWiIszyrQeuuoHwBQ&redir_esc=y#v=onepage&q=Dimensi%20fisik&f=false
http://books.google.co.id/books?id=sDKnWExH6tQC&pg=PA6&lpg=PA6&dq=Dimensi+fisik&source=bl&ots=t8MTreNvsl&sig=Lyn-EfwTf_NH30OQCmcFwCLnR2M&hl=id&sa=X&ei=CuxOUYWiIszyrQeuuoHwBQ&redir_esc=y#v=onepage&q=Dimensi%20fisik&f=false