A. Pengantar
1.
Definisi Management
Setiap perusahaan, negara atau rumah
tangga memiliki manajemen sendiri. Manajemen adalah sistem yang berfungsi untuk
mengelola sesuatu. Namun secara definisinya para ahli memiliki pengertian
sendiri, yaitu :
1. Menurut Dr.
SP. Siagian dalam buku “Filsafat Administrasi” Management dapat didefinisikan
sebagai kemampuan atau keterampilan untuk memperoleh suatu hasil dalam rangka
pencapaian tujuan melalui oranglain.
2. Menurut
Prof. Dr. H. Arifin Abdulrachman dalam buku “Kerangka Pokok-Pokok Management”
diartikan sebagai :
· kegiatan-kegiatan/aktivitas-aktivitas,
·
proses, yakni kegiatan dalam rentetan urutan-urutan,
·
insitut/orang-orang yang melakukan kegiatan atau proses kegiatan.
3. Menurut Ordway Tead yang disadur oleh
Drs. HE. Rosyidi dalam buku “Organisasi dan Management “ mendefinisikan proses
dan kegiatan pelaksanaan usaha memimpin dan menunjukkan arah penyelenggaraan
tugas suatu organisasi di dalam mewujudkan tujuan yang telah ditetapkan.
4.
Definisi Kepimpinan
Kepemimpinan
atau leadership merupakan ilmu terapan dari ilmu-ilmu social, sebab
prinsip-prinsip dan rumusannya diharapkan dapat mendatangkan manfaat bagi
kesejahteraan manusia. Ada banyak pengertian yang dikemukakan oleh para pakar
menurut sudut pandang masing-masing, definisi-definisi tersebut menunjukkan
adanya beberapa kesamaan.
Pengertian
Kepemimpinan Menurut Para ahli :
1. Menurut Tead; Terry; Hoyt (dalam
Kartono, 2003) Pengertian Kepemimpinan yaitu kegiatan atau seni mempengaruhi
orang lain agar mau bekerjasama yang didasarkan pada kemampuan orang tersebut
untuk membimbing orang lain dalam mencapai tujuan-tujuan yang diinginkan
kelompok.
2. Menurut Young (dalam Kartono, 2003)
Pengertian Kepemimpinan yaitu bentuk dominasi yang didasari atas kemampuan
pribadi yang sanggup mendorong atau mengajak orang lain untuk berbuat sesuatu
yang berdasarkan penerimaan oleh kelompoknya, dan memiliki keahlian khusus yang
tepat bagi situasi yang khusus.
3.
Dari
beberapa definisi diatas dapat disimpulkan bahwa kepemimpnan merupakan
kemampuan mempengaruhi orang lain, bawahan atau kelompok, kemampuan mengarahkan
tingkah laku bawahan atau kelompok, memiliki kemampuan atau keahlian khusus
dalam bidang yang diinginkan oleh kelompoknya, untuk mencapai tujuan organisasi
atau kelompok.
3. Jelaskan teori kepemimpinan contigency fiedler ? (matching
leadres and tasks)
Fiddler
mendefinisikan efektivitas pemimpin dalam hal performa grup dalam mencapai
tujuannya. Fiddler membagi tipe pemimpin menjadi 2: yang berorientasi pada
tugas dan yang berorientasi pada maintenance. Dari observasi ini ditemukan
fakta bahwa tidak ada korelasi konsisten antara efektifitas grup dan perilaku kepemimpinan. Pemimpin yang berorientasi pada tugas akan
efektif pada 2 set kondisi :
1.
Pada set yang pertama, pemimpin ini sangat
memiliki hubungan yang baik dengan anggotanya, tugas yang didelegasikan pada
anggota sangat terstruktur dengan baik, dan memiliki posisi yang tinggi dengan
otoritas yang tinggi juga. Pada keadaan ini, grup sangat termotivasi melakukan
tugasnya dan bersedia melakukan tugas yang diberikan dengan sebaik-baiknya.
2.
Pada set yang kedua, pemimpin ini tidak
memiliki hubungan yang baik dengan anggotanya, tugas yang diberikan tidak
jelas, dan memiliki posisi dan otoritas yang rendah. Dalam kondisi semacam ini,
pemimpin mempunyai kemungkinan untuk mengambil alih tanggung jawab dalam
mengambil keputusan, dan mengarahkan anggotanya.
4. Jelaskan model kepemimpinan normatif menurut Vroom dan Tetton
Vroom dan Yetton (1973) mengembangkan model
kepemimpinan normatif dalam 3 kunci utama: metode taksonomi kepemimpinan,
atribut-atribut permasalahan, dan pohon keputusan (decision tree). 5 tipe kunci
metode kepemimpinan yang teridentifikasi (Vroom & Yetton, 1973) :
1.
Autocratic I: membuat keputusan dengan
menggunakan informasi yang saat ini terdapat pada pemimpin.
2.
Autocratic II: membuat keputusan dengan
menggunakan informasi yang terdapat pada seluruh anggota kelompok tanpa
terlebih dahulu menginformasikan tujuan dari penyampaian informasi yang mereka
berikan.
3.
Consultative I: berbagi akan masalah yang ada
dengan individu yang relevan, mengetahui ide-ide dan saran mereka tanpa
melibatkan mereka ke dalam kelompok; lalu membuat keputusan.
4.
Consultative II: berbagi masalah dengan
kelompok, mendapatkan ide-ide dan saran mereka saat diskusi kelompok
berlangsung, dan kemudian membuat keputusan.
5.
Group II: berbagi masalah yang ada dengan
kelompok, mengepalai diskusi kelompok, serta menerima dan menerapkan keputusan
apapun yang dibuat oleh kelompok.
5.
Jelaskan
path-goal teori dalam kepemimpinan
Menurut teori path-goal, suatu
perilaku pemimpin dapat diterima oleh bawahan pada tingkatan yang ditinjau oleh
mereka sebagai sebuah sumber kepuasan saat itu atau masa mendatang. Perilaku
pemimpin akan memberikan motivasi sepanjang (1) membuat bawahan merasa butuh
kepuasan dalam pencapaian kinerja yang efektif, dan (2) menyediakan ajaran,
arahan, dukungan dan penghargaan yang diperlukan dalam kinerja efektif (Robins,
2002).
Model kepemimpinan path-goal berusaha
meramalkan efektivitas kepemimpinan dalam berbagai situasi. Menurut model ini,
pemimpin menjadi efektif karena pengaruh motivasi mereka yang positif,
kemampuan untuk melaksanakan, dan kepuasan pengikutnya. Teorinya disebut
sebagai path-goal karena memfokuskan pada bagaimana pimpinan
mempengaruhi persepsi pengikutnya pada tujuan kerja, tujuan pengembangan diri,
dan jalan untuk menggapai tujuan.
Model path-goal menganjurkan
bahwa kepemimpinan terdiri dari dua fungsi dasar :
1. Fungsi
Pertama; adalah memberi kejelasan alur. Maksudnya, seorang pemimpin harus mampu
membantu bawahannya dalam memahami bagaimana cara kerja yang diperlukan di
dalam menyelesaikan tugasnya.
2. Fungsi
Kedua; adalah meningkatkan jumlah hasil (reward) bawahannya dengan
memberi dukungan dan perhatian terhadap kebutuhan pribadi mereka.
B.
Perencanaan, Penetapan Management
1.
Definisi dari perencanaan management
Dalam manajemen, perencanaan adalah
proses mendefinisikan tujuan organisasi, membuat strategi untuk mencapai tujuan
itu, dan mengembangkan rencana aktivitas kerja organisasi. Perencanaan
merupakan proses terpenting dari semua fungsi manajemen karena tanpa perencanaan
fungsi-fungsi lain pengorganisasian, pengarahan, dan pengontrolan tak akan
dapat berjalan.
Rencana dapat berupa rencana informal
atau rencana formal. Rencana informal adalah rencana yang tidak tertulis dan
bukan merupakan tujuan bersama anggota suatu organisasi. Sedangkan rencana
formal adalah rencana tertulis yang harus dilaksanakan suatu organisasi dalam
jangka waktu tertentu. Rencana formal merupakan rencana bersama anggota
korporasi, artinya, setiap anggota harus mengetahui dan menjalankan rencana
itu. Rencana formal dibuat untuk mengurangi ambiguitas dan menciptakan
kesepahaman tentang apa yang harus dilakukan.
2. Langkah-langkah dalam menyusun perencaan management
1.
Merumuskan
Misi dan Tujuan.
Usaha sistematis formal untuk
menggariskan wujud utama dari perusahaan , sasaran
sasaran, kebijakan kebijakan dan
strategi untuk mencapai sasaran-sasaran dan wujud utama perusahaan yang
bersangkutan.
2. Memahami Keadaan Saat ini.
Perencanaan menyangkut jangkauan masa
depan dari keputusan-keputusan yang dibuat sekarang, untuk mengenal sistematis
peluang dan ancaman dimasa mendatang. Dengan pilihan langkah-langkah yang tepat
akan lebih menguntungkan perusahaan. Meliputi jangka pendek dan sampai jangka
panjang.
3. Segala kemudahan dan kemungkinan
hambatan dalam usaha mencapai tujuan perlu sedini mungkin diidentifikasi, agar
persiapan dapat dilakukan. Disatu pihak perusahaan dapat meraih kemudahan dan
manfaat optimal dengan kesempatan yang tersedia.
4. Menyusun rencana Kegiatan untuk
mencapai Tujuan.
Tujuan dapat dicapai dengan beberapa
cara, diantaranya adalah :
a.
Menyusun
berbagai alternatif kebijaksanaan dan tindakan-tindakan yang mungkin dapat dipilih.
b.
Menilai
dan membandingkan untung rugi setiap alternatif kegiatan kebijakan.
c.
Memilih
dan menetapkan suatu alternatif yang paling cocok dan baik diantara
alternatif-alternatif lain.
Perencanaan Strategik ( Strategik
Planning/ Corporate Planning ) merupakan bagian terpenting dari manajemen
strategik dan dapat dianggap sebagai pilar sentral manajemen strategik.
3. Manfaat perencanaan dalam
suatu organisasi
Organisasi adalah
dimana sekumpulan orang-orang saling berpendapat dan mengerjakan suatu hal
dimana hal tersebut membutuhkan suatu hasil yang diharapkan oleh satu
organisasi tersebut.Organisasi membutuhkan suatu perencanaan untuk memudahkan
pekerjaan mereka dalam memutuskan suatu keputusan yang ingin diambil.
Manfaat perencanaan bagi organisasi :
1. Membantu manajemen untuk menyesuaikan diri dengan perubahan-perubahan lingkungan.
2.Membuat tujuan lebih khusus,terperinci dan mudah di pahami
3.Meminimumkan pekerjaan yang tidak pasti
4.Manajer memahami keseluruhan gambaran operasi lebih jelas
4. Jenis-jenis perencanaan dalam
organisasi
Bentuk-bentuk perencanaan :
Perencanaan Global
(Global Plan). Berisi tentang penentuan tujuan organisasi dalam jangka
panjang dan ini dipandang sebagai misi suatu organisasi.
Analisa penyusunan
rencana global (swot) terdiri atas :
a.strength=>kekuatan yang dimiliki oleh organisasi
b.weakness=>memperhatikan kelemahan yang dimiliki oleh organisasi
c.opportunity=>kesempatan terbuka yang dimilki organisasi
d.treath=>tekanan dan hambatan yang dihadapi organisasi
sumber :