Rabu, 26 Maret 2014

Psikoterapi
PSIKOTERAPI

I. Psikoterapi
a. Pengertian Psikoterapi
    Psikoterapi adalah suatu upaya penyembuhan yang dilakukan untuk pemecahan masalah yang berkaitan dengan pikiran, perasaan, dan perilaku.
b. Tujuan Psikoterapi
     - Untuk meningkatkan kemampuan dalam mengambil keputusan
     - Meningkatkan motivasi klien untuk menghadapai permasalahan
     - Mengurankan tekanan emosional klien
     - Meningkatkan perkembangan kepribadian klien ke arah positif
     - Mengubah pola perilaku yang menghambat
     - Mengubah pola pikiran yang mengganggu
     - Menumbuhkan rasa percaya diri klien untuk menghadapi masalah yang sedang dialami
c. Unsur-unsur Psikoterapi
    Banyak sekali unsur-unsur yang terlibat dalam psikoterapi, antara lain :
    - Peran sosial klien itu seperti apa
    - Hubungan sosial klien itu seperti apa
    - Hak-hak klien yang harus dipenuhi oleh terapis
    - Retrospeksi
    - Reduksi
    - Rehabilitasi
    - Resosialisasi
    - Rekapitulasi
d. Perbedaan psikoterapi dengan konseling
    1. Psikoterapi
        Psikoterapi lebih memfokuskan kepada pemecahan masalah-masalah klinis dengan penggunaan obat-obatan. Dasarnya adalah psikopatologi yang dilakukan oleh psikater, sedangkan konseling,
    2. Konseling
        Klien diberikan pilihan-pilihan alternatif pemecahan masalah yang sedang dialami, dan tidak ada penggunaan obat-obatan layaknya dalam psikoterapi. Dan biasanya masalah-masalah yang di tangani di konseling tidak bersifat klinis, melainkan masalah umum pribadi, seperti motivasi kerja, dan lain-lain.
e. Pendekatan terhadap mental lines
    Banyak sekali metode yang digunakan dalam psikoterapi, antara lain :
    1. Biological
        Keadaan mental yang disebabkan oleh faktor biologi seseorang, karena kurangnya insulindalam tubuh, untuk mengatasinya dengan terapi injksi insulin.
    2. Psychological
       Disebabkan oleh traumatic di masa lalu, sehingga menimbulkan kesedihan yang tak terselesaikan di masa sekarang. Terapi diberikan untuk mengurangi perasaan trauma.
   3. Sosiological
       Disebabkan oleh kondisi sosial dan budaya yan gdianaut dikeluarga tersebut, sehingga klien tidak bisa mengembangkan dirinya dengan baik. Dalam pendekatan ini harus mempertimbangkan pengaruh-pengaruh sosialisasi yang melatarbelakangi kondisi klien.
   4. Philosopic
    Kepercayaan terhadap martabat dan harga diri seseorang dan kebebasan diri seseorang untuk menentukan nilai dan keinginannya. Dalam pendekatan ini dasar falsafahnya tetap ada, yaitu menghagai sistem nilai yang dimiliki oleh klien, sehingga tidak ada istilah keharusan atau pemaksaan.

f. Bentuk utama terapi

1. Terapi Supportive
    Terapi yang bertujuan untuk memperkuat benteng pertahanan diri, memperluas mekanisme pengarahan dan pengendalian emosi kepribadian serta mengembalikan pada penyesuaian diri yang seimbang.


2. Terapi Reducative
    Terapi yang bertujuan untuk mewujudkan penyesuaian kembali, perubahan atau modifikasi sasaran atau tujuan hidup dan menghidupkan potensi kreatif.


3. Terapi Reconstructive
    Terapi yang bertujuan untuk menimbulkan pemahaman terhadap konflik-konflik yang tidak disadari agar terjadi perubahan struktur karakter dan mengembangkan potensi penyesuaian yang baru.

II. TERAPI PSIKOANALISIS (Sigmund Freud)
1. Konsep dasar teori psikoanalisis tentang kepribadian

a. Kesadaran
- Mimpi-mimpi, merupakan representative dari kebutuhan, hasrat-hasrat, dan    
  konflik.
- Simbol-simbol dalam mimpi.
- Bahan-bahan yang berasal dari teknik proyektif

b. Struktur kepribadian
- id, merupakan sistem kepribadian manusia yang asli, dibawa sejak lahir, berisi  vsemua aspek psikologik seperti insting, impuls, dan drive (dorongan).
- Ego, ego berkembang dari id agar seseorang mampu menangani realita, 
  sehingga ego beroperasi mengikuti prinsip realita.
- Superego, merupakan kekuatan moral dan etika dari kepribadian, yang
  memaka konsep idealistik sebagai lawan dari konsep kepuasan id dan realisitk   ego

c. Mekanisme pertahanan ego
   Karakterisitk pertahanan ego yakni :
 - Tidak disadari
- Menolak atau mendistorsi kenyataan
- Berusaha memindahkan kepribadian diri sendiri ke orang lain (proyektif).

2.Unsur-unsur terapi

a. Muncul gangguan
      Terapis berusaha memunculkan penyebab-penyebab yang menjadi akar permasalahan dari klien, untuk lebih mengenal karakteristik penyebab gangguan tersebut, kemudian terapis, memperkuat kondisi psikis dari diri klien, sehingga apabila klien mengalami gangguan yang serupa, diri klien akan lebih siap menghadapi dan mencari solusi dengan cepat.

 b. Tujuan terapi
     Terfokus kepada upaya penguatan diri klien, agar dikemudia hari apabila klien mengalami problem yang sama, maka klin akan lebih siap.

c. Peran terapis
     Membantu klien dalam mencapai kesadaran diri, kejujuran, keefektifan  dalam melakukan hubungan personal dalam menangani kecemasan secara realistis, membangun hubungan kerja dengan klien, dengan banyak mendengar & menafsirkan, terapis memberikan perhatian khusus pada penolakan-penolakan klien, mendengarkan kesenjangan dan pertentangan pada cerita klien.
3.Teknik-teknik Terapi

a.      Free Association
Suatu metode pemanggilan kembali pengalaman-pengalaman masa lalu dan pelepasan emosi-emosi yg berkaitan dengan situasi-situasi traumatik di masa lalu.

b.      Analisis Transference
Teknik utama dalam Psikoanalisis krn mendorong klien untuk menghidupkan kembali masa lalu nya dalam terapi.
c.      Analisis Resisten
Ditujukan untuk membantu klien agar menyadari alasan-alasan yg ada dibalik resistensi sehingga dia bisa menanganinya.
d.      Analisis Mimpi
Suatu prosedur yang penting untuk menyingkap bahan-bahan yang tidak disadari dan memberikan kepada klien atas beberapa area masalah yang tak terselesaikan.

Sumber :

- Salkind, Neil J. (2004). An Introduction to Theories of Human Development. Thousand Oaks, London, New Delhi: Sage Publications. International Education and Publisher.

- Maulana, R.F. (1994). Buku Saku Psikoterapi: Residen Bagian Psikiatri UCLA. Penerbit Buku Kedokteran EGC.

- Gunarsa, S.D. (2007). Konseling dan Psikoterapi. Jakarta. Gunung Mulia.