Psikoterapi
PSIKOTERAPI
I. Psikoterapi
a. Pengertian Psikoterapi
Psikoterapi adalah suatu upaya
penyembuhan yang dilakukan untuk pemecahan masalah yang berkaitan dengan
pikiran, perasaan, dan perilaku.
b. Tujuan Psikoterapi
- Untuk meningkatkan kemampuan dalam
mengambil keputusan
- Meningkatkan motivasi klien untuk
menghadapai permasalahan
- Mengurankan tekanan emosional klien
- Meningkatkan perkembangan kepribadian
klien ke arah positif
- Mengubah pola perilaku yang menghambat
- Mengubah pola pikiran yang mengganggu
- Menumbuhkan rasa percaya diri klien
untuk menghadapi masalah yang sedang dialami
c. Unsur-unsur Psikoterapi
Banyak sekali unsur-unsur yang terlibat
dalam psikoterapi, antara lain :
- Peran sosial klien itu seperti apa
- Hubungan sosial klien itu seperti apa
- Hak-hak klien yang harus dipenuhi oleh
terapis
- Retrospeksi
- Reduksi
- Rehabilitasi
- Resosialisasi
- Rekapitulasi
d. Perbedaan psikoterapi dengan konseling
1. Psikoterapi
Psikoterapi lebih
memfokuskan kepada pemecahan masalah-masalah klinis dengan penggunaan
obat-obatan. Dasarnya adalah psikopatologi yang dilakukan oleh psikater,
sedangkan konseling,
2. Konseling
Klien diberikan pilihan-pilihan
alternatif pemecahan masalah yang sedang dialami, dan tidak ada penggunaan
obat-obatan layaknya dalam psikoterapi. Dan biasanya masalah-masalah yang di
tangani di konseling tidak bersifat klinis, melainkan masalah umum pribadi,
seperti motivasi kerja, dan lain-lain.
e. Pendekatan terhadap mental lines
Banyak sekali metode yang digunakan dalam
psikoterapi, antara lain :
1. Biological
Keadaan mental yang
disebabkan oleh faktor biologi seseorang, karena kurangnya insulindalam
tubuh, untuk mengatasinya dengan terapi injksi insulin.
2. Psychological
Disebabkan oleh traumatic di
masa lalu, sehingga menimbulkan kesedihan yang tak terselesaikan di masa
sekarang. Terapi diberikan untuk mengurangi perasaan trauma.
3. Sosiological
Disebabkan oleh kondisi sosial
dan budaya yan gdianaut dikeluarga tersebut, sehingga klien tidak bisa
mengembangkan dirinya dengan baik. Dalam pendekatan ini harus
mempertimbangkan pengaruh-pengaruh sosialisasi yang melatarbelakangi kondisi
klien.
4. Philosopic
Kepercayaan terhadap martabat dan harga
diri seseorang dan kebebasan diri seseorang untuk menentukan nilai dan
keinginannya. Dalam pendekatan ini dasar falsafahnya tetap ada, yaitu menghagai sistem nilai
yang dimiliki oleh klien, sehingga tidak ada istilah keharusan atau pemaksaan.
f. Bentuk utama terapi
1. Terapi Supportive
Terapi yang bertujuan untuk memperkuat benteng pertahanan diri, memperluas mekanisme pengarahan dan pengendalian emosi kepribadian serta mengembalikan pada penyesuaian diri yang seimbang.
2. Terapi Reducative
Terapi yang bertujuan untuk mewujudkan penyesuaian kembali, perubahan atau modifikasi sasaran atau tujuan hidup dan menghidupkan potensi kreatif.
3. Terapi Reconstructive
Terapi yang bertujuan untuk menimbulkan pemahaman terhadap konflik-konflik yang tidak disadari agar terjadi perubahan struktur karakter dan mengembangkan potensi penyesuaian yang baru.
f. Bentuk utama terapi
1. Terapi Supportive
Terapi yang bertujuan untuk memperkuat benteng pertahanan diri, memperluas mekanisme pengarahan dan pengendalian emosi kepribadian serta mengembalikan pada penyesuaian diri yang seimbang.
2. Terapi Reducative
Terapi yang bertujuan untuk mewujudkan penyesuaian kembali, perubahan atau modifikasi sasaran atau tujuan hidup dan menghidupkan potensi kreatif.
3. Terapi Reconstructive
Terapi yang bertujuan untuk menimbulkan pemahaman terhadap konflik-konflik yang tidak disadari agar terjadi perubahan struktur karakter dan mengembangkan potensi penyesuaian yang baru.
II. TERAPI PSIKOANALISIS (Sigmund Freud)
1. Konsep dasar teori psikoanalisis tentang kepribadian
a. Kesadaran
- Mimpi-mimpi, merupakan representative dari kebutuhan, hasrat-hasrat, dan
- Mimpi-mimpi, merupakan representative dari kebutuhan, hasrat-hasrat, dan
konflik.
- Simbol-simbol dalam mimpi.
- Bahan-bahan yang berasal dari teknik proyektif
- Simbol-simbol dalam mimpi.
- Bahan-bahan yang berasal dari teknik proyektif
b. Struktur kepribadian
- id, merupakan sistem kepribadian manusia yang asli, dibawa sejak lahir, berisi vsemua aspek psikologik seperti insting, impuls, dan drive (dorongan).
- Ego, ego berkembang dari id agar seseorang mampu menangani
realita,
sehingga ego beroperasi mengikuti prinsip
realita.
- Superego, merupakan kekuatan moral dan etika dari
kepribadian, yang
memaka konsep idealistik sebagai lawan dari
konsep kepuasan id dan realisitk ego
c. Mekanisme pertahanan ego
Karakterisitk pertahanan ego yakni :
- Tidak disadari
- Menolak atau mendistorsi kenyataan
- Berusaha memindahkan kepribadian diri sendiri ke orang lain (proyektif).
2.Unsur-unsur terapi
a. Muncul gangguan
Terapis berusaha memunculkan penyebab-penyebab yang menjadi akar permasalahan dari klien, untuk lebih mengenal karakteristik penyebab gangguan tersebut, kemudian terapis, memperkuat kondisi psikis dari diri klien, sehingga apabila klien mengalami gangguan yang serupa, diri klien akan lebih siap menghadapi dan mencari solusi dengan cepat.
b. Tujuan terapi
Terfokus kepada upaya penguatan diri klien, agar dikemudia hari apabila klien mengalami problem yang sama, maka klin akan lebih siap.
c. Peran terapis
Membantu klien dalam mencapai kesadaran diri, kejujuran, keefektifan dalam melakukan hubungan personal dalam menangani kecemasan secara realistis, membangun hubungan kerja dengan klien, dengan banyak mendengar & menafsirkan, terapis memberikan perhatian khusus pada penolakan-penolakan klien, mendengarkan kesenjangan dan pertentangan pada cerita klien.
3.Teknik-teknik Terapi
a. Free Association
Suatu metode pemanggilan kembali pengalaman-pengalaman
masa lalu dan pelepasan emosi-emosi yg berkaitan dengan situasi-situasi
traumatik di masa lalu.
b. Analisis Transference
Teknik utama dalam Psikoanalisis krn mendorong klien untuk
menghidupkan kembali masa lalu nya dalam terapi.
c. Analisis Resisten
Ditujukan untuk membantu klien agar menyadari alasan-alasan
yg ada dibalik resistensi sehingga dia bisa menanganinya.
d. Analisis Mimpi
Suatu prosedur yang penting untuk menyingkap bahan-bahan
yang tidak disadari dan memberikan kepada klien atas beberapa area masalah yang
tak terselesaikan.
Sumber :
- Salkind, Neil J. (2004). An Introduction to Theories of Human Development. Thousand Oaks, London, New Delhi: Sage Publications. International Education and Publisher.
- Salkind, Neil J. (2004). An Introduction to Theories of Human Development. Thousand Oaks, London, New Delhi: Sage Publications. International Education and Publisher.
- Maulana, R.F. (1994). Buku Saku Psikoterapi: Residen Bagian Psikiatri UCLA. Penerbit Buku Kedokteran EGC.
- Gunarsa, S.D. (2007). Konseling dan Psikoterapi. Jakarta. Gunung Mulia.