Nama : Octaviani Saputri
Kelas : 1PA09
Npm : 19511265
Ekologi dan Ilmu Lingkungan
Ekologi adalah ilmu yang mempelajari interaksi antara organisme dengan lingkungannya dan yang lainnya. Berasal dari kata Yunani oikos (habitat) dan logos (ilmu).
Ekologi diartikan sebagai ilmu yang mempelajari baik interaksi antar makhluk
hidup maupun interaksi antara makhluk hidup dan lingkungannya. Istilah ekologi
pertama kali dikemukakan oleh Ernst Haeckel (1834 - 1914). Dalam ekologi, makhluk hidup dipelajari sebagai
kesatuan atau sistem dengan lingkungannya.
Pembahasan
ekologi tidak lepas dari pembahasan ekosistem dengan berbagai komponen penyusunnya, yaitu faktor abiotik dan biotik. Faktor abiotik antara lain suhu, air, kelembaban, cahaya, dan topografi, sedangkan faktor biotik adalah makhluk
hidup yang terdiri dari manusia, hewan, tumbuhan, dan mikroba. Ekologi juga
berhubungan erat dengan tingkatan-tingkatan organisasi makhluk hidup, yaitu
populasi, komunitas, dan ekosistem yang saling memengaruhi dan merupakan suatu
sistem yang menunjukkan kesatuan.
Ekologi
merupakan cabang ilmu yang masih relatif baru, yang baru muncul pada tahun
70-an. Akan tetapi, ekologi mempunyai
pengaruh yang besar terhadap cabang biologinya. Ekologi mempelajari bagaimana makhluk hidup dapat mempertahankan kehidupannya dengan mengadakan
hubungan antar makhluk hidup dan dengan benda tak hidup di dalam tempat
hidupnya atau lingkungannya. Ekologi, biologi dan ilmu kehidupan lainnya saling melengkapi dengan zoologi dan botani yang menggambarkan hal bahwa ekologi mencoba
memperkirakan, dan ekonomi energi yang menggambarkan kebanyakanrantai makanan manusia dan tingkat tropik.
Para
ahli ekologi mempelajari hal berikut:
- Perpindahan energi dan materi dari
makhluk hidup yang satu ke makhluk hidup yang lain ke dalam lingkungannya
dan faktor-faktor yang menyebabkannya.
3.
Terjadi
hubungan antarspesies (interaksi antarspesies) makhluk hidup dan hubungan
antara makhluk hidup dengan lingkungannya.
Kini
para ekolog (orang yang mempelajari ekologi) berfokus kepada Ekowilayah bumi dan riset perubahan iklim.
Ilmu Lingkungan Ilmu yang mempelajari tentang lingkungan hidup, yang
merupakan perpaduan konsep dan asas berbagai ilmu, terutama ekologi, yang
bertujuan untuk mempelajari dan memcahkan masalah yang menyangkut hubungan
antara makhluk hidup dengan lingkungan. Ilmu lingkunan juga tidak terlepas dari
perilaku manusia itu sendiri sebagai suatu komponen lingkungan yang paling
dominan. Sebab, manusia senantiasa mengolah, mengambil dan mengembangkan
sesuatu yang ada di alam itu sendiri. Untuk mencapai keseimbangan lingkunan,
otomatis diperlukan kesadaran dari manusia agar merasa memiliki dan menciptakan
segenap makhluk hidup dan alam lingkungannya sebagai tempat hidupnya. Perbedaan Ekologi dan Ilmu Lingkungan
Perbedaan utama ilmu lingkungan dan ekologi adalah dengan adanya misi untuk
mencari pengetahuan yang arif, tepat (valid), baru, dan menyeluruh tentang alam
sekitar, dan dampak perlakuan manusia terhadap alam. Misi tersebut adalah untuk
menimbulkan kesadaran, penghargaan, tanggung jawab, dan keberpihakan terhadap
manusia dan lingkungan hidup secara menyeluruh. Asas-Asas Pengetahuan
Lingkungan Asas 1 Semua energi yang memasuki sebuah organisme, popoulasi, atau
ekosistem dapat dianggap sebagai energi yang tersimpan atau terlepaskan. Energi
dapat diubah ddari satu bentuk ke bentuk lain, tetapi tidak dapat hilang,
dihancurkan, atau diciptakan. Asas 2 Tidak ada sistem perubahan energi yang
betul-betul efisien. Asas 3 Materi, energi, ruang, waktu, dan keanekaragaman,
semuanya termasuk kategori sumber daya alam. Asas 4 Kalau pengadaan semua
kategori sumber daya alam sudah mencapai optimum, pengaruh kenaikan berikutnya
justru akan menurunkan pertumbuhan suatu populasi organisme. Kenaikan yang
melampaui batas maksimum, bahkan akan menumbulkan kesan merusak atau meracuni.
Asas-Asas Pengetahuan Lingkungan Asas 5 Ada dua jenis sumber alam, yaitu sumber
alam yang pengadaannya dapat merangsang penggunaan seterusnya, dan yang tidak
mempunyai daya rangsang penggunaan lebih lanjut. Asas 6 Individu dan spesies
yang mempunyai lebih banhyak keturunan daripada saingannya, ccenderung berhasil
mengalahkan saingannya itu. Asas 7 Kemantapan keanekaragaman suatu komunitas
lebih tinggi di alam lingkunganyang “mudah diramal”. Asas 8 Sebuah habitat
dapat jenuh atau tidak oleh keanekaragaman takson, bergantung kepada bagaimana
nicia dalam lingkungan hidup itu dapat memisahkan takson tersebut. Asas-Asas Pengetahuan Lingkungan Asas 9
Keanekaragaman komunitas apa saja sebanding dengan biomasa dibagi
produktivitasnya. Asas 10 Pada lingkungan yang stabil perbandingan antara
biomasa dengan porduktivitas (B/P) dalam perjalanan waktu naik mencapai sebuah
asimtot. Asas 11 Sistem yang sudah mantap (dewasa) mengeksploitasi sistem yang
belum mantap (belum dewasa). Asas 12 Kesempurnaan adaptasi suat sifat atau
tabiat bergantung kepada kepentingan relatifnya di dalam keadaan suatu
lingkungan. Asas 13 Lingkungan yang secara fisik mantap memungkinkan terjadinya
penimbunan keanekaragaman biologi dalam ekosistem yang mantap (dewasa), yang
kemudian dapat menggalakkan kemantapan populasi. Asas 14 Derajat pola
keterauran naik-turunnya populasi bergantung kepada jumlah keturunan dalam
sejarah populasi sebelumnya yang nanti akan mempengaruhi populasi itu.
IPTEK

Seperti yang kita ketahui,teknologi kini
telah merembes dalam kehidupan kebanyakan manusia bahkan dari kalangan atas
hingga menengah kebawah sekalipun.Dimana upaya tersebut merupakan cara atau
jalan di dalam mewujudkan kesejahteraan dan peningkatan harkat martabat
manusia.
Atas dasar kreatifitas akalnya, manusia
mengembangkan IPTEK dalam rangka untuk mengolah SDA yang diberikan oleh Tuhan
Yang Maha Esa.Dimana dalam pengembangan IPTEK harus didasarkan terhadap moral
dan kemanusiaan yang adil dan beradab,agar semua masyarakat mengecam IPTEK
secara merata.Begitu juga diharapkan SDM nya bisa lebih baik lagi,apalagi
banyak kemudahan yang kita dapatkan.Namun,berbanding terbalik dengan realita
yang ada karena semakin canggih perkembangan teknologi,telah membuat
masyarakat menjadi malas yang disebabkan oleh kemudahan-kemudahan yang ada
tersebut.Ambil saja salah satu contoh perkembangan IPTEK dibidang
telekomunikasi dimana zaman dahulu handphone itu sangat langka karena
harganya yang mahal berbeda dengan sekarang harga handphone sudah
sangat murah dan menjangkau lapisan menengah ke bawah.
Disatu sisi telah terjadi perkembangan yang
sangat baik sekali di aspek telekomunikasi,namun pelaksanaan pembangunan IPTEK
masih belum merata. Masih banyak masyarakat kurang mampu yang putus harapannya
untuk mendapatkanpengetahuan dan teknologi tersebut.Hal itu dikarenakan
tingginya biaya pendidikan yang harus mereka tanggung.Maka dari
itu,pemerintah perlu menyikapi dan menanggapi masalah-masalah tersebut, agar
peranan IPTEK dapat bertujuan untuk meningkatkan Sumber Daya Manusia yang ada.
Adapun Rumusan Masalah yang dapat penulis
angkat yaitu bagaimana pelaksanaan dan pengembangan IPTEK di Indonesia serta
apakah peranan IPTEK ditengah zaman yang semakin pesat dapat meningkatkan
kualitas sumber daya manusia?
PEMBAHASAN
A. PELAKSANAAN DAN PENGEMBANGAN IPTEK DI
INDONESIA
Peradaban bangsa dan masyarakat dunia di masa
depan sudah dipahami dan disadari akan berhadapan dengan situasi serba kompleks
dalam berbagai cabang ilmu pengetahuan, sebut saja antara lain; cloning, cosmology, cryonics,
cyberneties, exobiology,genetic, engineering dan nanotechnology. Cabang-cabang
IPTEK itu telah memunculkan berbagai perkembangan yang sangat cepat dengan
implikasi yang menguntungkan bagi manusia atau sebaliknya.
Untuk mendayagunakan Iptek diperlukan
nilai-nilai luhur agar dapat dipertanggungjawabkan. Rumusan 4 (empat) nilai
luhur pembangunan Iptek Nasional, yaitu :
1. Accountable,
penerapan Iptek harus dapat dipertanggungjawabkan baik secara moral,
lingkungan, finansial, bahkan dampak politis
2. Visionary, pembangunan
Iptek memberikan solusi strategis dan jangka panjang, tetapi taktis dimasa
kini, tidak bersifat sektoral dan tidak hanya memberi implikasi terbatas.
3. Innovative, asal
katanya adalah “innovere” yang artinya temuan baru yang bermanfaat. Nilai luhur
pembangunan Iptek artinya adalah berorientasi pada segala sesuatu yang baru,
dan memberikan apresiasi tinggi terhadap upaya untuk memproduksi inovasi baru
dalam upaya inovatif untuk meningkatkan produktifitas.
4. Excellence, keseluruhan
tahapan pembangunan Iptek mulai dari fase inisiasi, perencanaan, pelaksanaan,
pengawasan, evaluasi, implikasi pada bangsa harus baik, yang terbaik atau
berusaha menuju yang terbaik.
Pesatnya kemajuan Iptek memerlukan penguasaan,
pemanfaatan, dan kemajuan Iptek untuk memperkuat posisi daya saing Indonesia
dalam kehidupan global.
B. DAMPAK PERKEMBANGAN IPTEK DI INDONESIA
I. Perkembangan Iptek disamping bermanfaat
untuk kemajuan hidup Indonesia juga memberikan dampak negatif. Hal yang perlu diperhatikan
dalam penerapan IPTEK untuk menekan dampaknya seminimal mungkin, antara lain :
1). Menjaga keserasian dan keseimbangan
dengan lingkungan setempat.
2). Teknilogi
yang akan diterapkan hendaknya betul-betul dapat mencegah timbulnya
permasalahan di tempat itu.
3). Memanfaatkan
seoptimal mungkin segala sumber daya alam dan sumber daya manusia yang ada.
II. Dampaknya dalam :
a. Penyediaan
Pangan
Perkembangan IPTEK dalam bidang pangan
dimungkinkan karena adanya pendidikan, penelitian dan pengembangan di
bidang pertanian terutama dalam peningkatan produktivitas melalui penerapan
varitas unggul, pemupukan, pemberantasan hama dan penyakit, pola tanaman dan
pengairan. Namun di sisi lain perkembangan tersebut berdampak fatal, misalkan
saja penggunaan pestisida dalam pemberantasan hama ternyata dapat
menyebabkan penyakit dalam tubuh manusia.
b. Penyediaan
Sandang
· Pada
awalnya bahan sandang dihasilkan dari serat alam seperti kapas, sutra, woll dan
lain-lain
· Perkembangan teknologi matrial
polimer menghasilkan berbagai serat sintetis sebagai bahan sandang seperti rayon, polyester,
nilon, dakron, tetoron dan sebagainya
· Kulit
sintetik juga dapat dibuat dari polimer termoplastik sebagai bahan sepatu, tas
dan lain-lain
· Teknologi pewarnaan
juga berkembang seperti penggunaan zat azo dan sebagainya.
c. Penyediaan
Papan
· Teknologi papan
bersangkut paut dengan penyediaan lahan dan bidang perencanaan seperti city
planning, kota satelit, kawasan pemukiman dan sebagainya yang berkaitan dengan
perkembangan penduduk
· Awalnya
bahan pokok untuk papan adalah kayu selanjutnya dikembangkan teknologimatrial
untuk mengatasi kekurangan kayu
· Untuk
mengatasi kekurangan akan lahan dikembangkan teknologi gedung
bertingkat, pembentukan pulau-pulau baru, bahkan tidak menutup kemungkinan
pemukiman ruang angkasa.
d. Peningkatan
Kesehatan
· Perkembangan
Imu Kedeokteran seperti : ilmu badah dan lain-lain
· Penemuan
alat-alat kedokteran seperti : stetoskup, USG, dan lain-lain
· Penemuan
obat-obatan seperti anti biotik, vaksin dan lain-lain
· Penemuan
radio aktif untuk mendeteksi penyakit secara tepat seperti tumor dan lain-lain
· Penelitian
tentang kuman-kuman penyakit dan lain-lain.
e. Penyediaan
Energi
· Kebutuhan
akan energi
· Sumber-sumber
energi
· Sumber
energi konvensional tak dapat diperbaharui
· Sumber
energi pengganti yang tak habis pakai
· Konversi
energi dari satu bentuk kebentuk yang lain.
KESIMPULAN
Dengan memperhatikan perkembangan dan kemajuan
zaman dengan sendirinya pemanfaatan dan penguasaan IPTEK mutlak diperlukan
untuk mencapai kesejahteraan bangsa. Visi dan misi IPTEK dirumuskan sebagai
panduan untuk mengoptimalkan setiap sumber daya IPTEK yang dimiliki oleh bangsa
Indonesia, Undang-Undang No. 18 Tahun 2002 tentang Sistem Nasional Penelitian,
Pengembangan dan Penerapan IlmuPengetahuan dan Teknologi yang
telah diberlakukan sejak 29 Juli 2002, merupakan penjabaran dari visi dan misi
IPTEK sebagaimana termaksud dalam UUD 1945 Amandemen pasal 31 ayat 5, agar
dapat dilaksanakan oleh pemerintah besrta seluruh rakyat dengan sebaik-baiknya.
Selain itu pula perkembangan IPTEK di berbagai bidangdi tengah perkembangan
zaman yang semakin pesat semestinya dapat meningkatkan kualitas SDM di tengah
bermunculannya dampak negative dari adanya perkembangan IPTEK, sehingga
diperlukan pemikiran yang serius dan mantap dalam menghadapi permasalahan dalam
penemuan-penemuan baru tersebut.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar